coba

test

Home » » APA KATA ISLAM TENTANG ISLAM

APA KATA ISLAM TENTANG ISLAM

Written By Unknown on Tuesday, September 17, 2013 | 7:02 AM

I.  APA KATA ISLAM TENTANG ISLAM

Pengertian Islam  secara etimologi  leksikal , kata islam  berasal dari  Lafaz “   يُسْلِمُ, ِإسْلَامًاأََسْلَمَ ِإسْلَاُم   “    yang artinya “ telah  menyelamatkan, Sedang Menyelamatkan, Selamatkanlah, Penyelamatan.
Kata  Islam  berasal dari  lafaz, سلم   = Selamat telah damai, telah menerima, telah tunduk, telah patuh, يسلم   = sedang selamat , sedang damai, sedang damai, sedang menerima, sedang patuh, sedang tunduk, سلم    Selamatkanlah, sejahterakanlah, patuhkanlah, damaikanlah, tundukkanlah, سلاما  = Keselamatan, Kesejahteraan, Kedamaian, Kepatuhan,  Ketundukan, Keselamatan.

Secara Istilah defetitif, Islam  berarti :

َاْلِإْنقِيَادُ إِلَى مَا جَاءَ مِنَ النَّبِيْ مَحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلََيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَمْرِ الظَّوَاهِرِ
Tunduk dan patuh  kepada  apa  yang datang dari Nabi Muhammad SAW.  Dari perkara  yang Zohir .

Defenisi Islam ini  sudah  Jami’un, syamilun,  Mani’   dimana dari Defenisi inilah kita  tahu Islam itu   berbeda dengan  yang lain. Kepatuhan dan keyakinan  terhadap apa saja  yang diajarkan  Nabi Muhammad SAW terutama yang   yang  menyangkut  rutinitas  ritual  actual fisik  jasmani dengan teknis  dengan arah dan  sasaran yang khusus , dengan  pedoman Kitab suci Al - Qur’an dan Asunnah Rasul  dan bimbingan Ulama’ sebagai warasatul Anbiya’.
Islam adalah agama Allah , Islam adalah agamanya para Rasul , sebagaimana yang  diterangkan oleh  Allah  dengan  Firmannya  di dalam Al - Qur’an surat Ali Imran ayat 19 yang berbunyi :
¨bÎ) šúïÏe$!$# yYÏã «!$#ÞO»n=óM}$# 3 $tBury#n=tF÷z$#šúïÏ%©!$# (#qè?ré&|=»tGÅ3ø9$# žwÎ).`ÏBÏ÷èt/$tB ãNèduä!%y`ÞOù=Ïèø9$#$Jøót/óOßgoY÷t/3`tBur öàÿõ3tƒ ÏM`tBurÆ÷tGö;tƒ uŽöxî ÄN»n=óM}$#$YYƒÏŠ `n=sùŸ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèdur Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z`ƒÌÅ¡»yø9$#ÇÑÎÈ   »tƒ$t«Î/ «!$#  cÎ*sù ©!$#ßìƒÎŽ| É>$|¡Ïtø:$# ÇÊÒÈ  
19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

  Dan pada ayat 85 Surat Ali Imran Allah  berfirman:
`tBur Æ÷tGö;tƒuŽöxî ÄN»n=óM}$#$YYƒÏŠ `n=sùŸ@t6ø)ムçm÷YÏBuqèdur ÎûÍotÅzFy$# z`ÏBz`ƒÌÅ¡»yø9$# ÇÑÎÈ  
85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.


Semua rasul sejak  Adam AS  agama  yang disebarkan  mereka itu adalah  Agama Islam, Pembangkitan pada Nabi  yang  belakangan dimaksudkan untuk  memperbaiki  apa yang sudah diselewengkan oleh ummat rasul  yang  dahuluan, maka  suatu ummat dapat  dikatakan setia dalam menganut agama  yang disebarkan oleh rasul  yang  belakangan secara Kaffah.( Menyeluruh )
Kalau kita  renungkan kembali ketika Allah SWT.  Menghitab  Abdullah Bin Salam,  lantaran ia masih  merayakan hari sabtu, dan  mengharamakan  makan daging  onta  yang kabur dari pemiliknya,  Allah   menganggap  hal itu  tidak  benar, maka Allah  menghina beliau dengan firmannya dalam surat Al- Baqarah ayat 208 :
$ygƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$#(#qãZtB#uä (#qè=äz÷Š$#Îû ÉOù=Åb¡9$#Zp©ù!$Ÿ2 Ÿwur(#qãèÎ6®Ks? ÅVºuqäÜäzÇ`»sÜø¤±9$# 4¼çm¯RÎ) öNà6s9Arßtã ×ûüÎ7BÇËÉÑÈ  
208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.


Dari sini  dapat kita  yakini  bahwa jika Allah  masih mentolerir  anutan Abdullah Bin  Salam  yang dulunya  yaitu  Yahudi, niscaya Allah tidak  menyuruh  Abdullah  Bin Salam  untuk  menganut  Islam secara  Kaffah, hal ini  bukan  saja  untuk  menekan Abdullah agar  konsekwen dalam satu anutan,  bahkan meninggalkan tradisi  lama secara total, kecuali  jika tradisi  lama  tersebut  masih diakomudir  oleh Al - Qur’an.
Dalam  Hadits  riwayat Imam Ahmad Rasulallah SAW  telah bersabda :

مََنْ تَمَسَّكَ بِالتَّوْارَةِ  قَبْلَ بِعْثَةِ عِيْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ فَقَدْ نَجَا وَمَنْ تَمَسَّكَ بِالتَّوْرَةِ بَعْدَ بِعْثَةِ عِيْسَى فَقَدْ هَلَكَ, وَمَنْ تَمَسَّكَ بِاْلإِنْجِيْلِ قَبْلَ بِعْثَتِي فَقَدْ نَجَا َوَمنْ تَمَسَّكَ بِالْإِنْجِيْلِ بَعْدَ بِعْثَتْي فَقَدْ هَلَكَ ( رواه أحمد )
Artinya :
“ Siapa saja tetap  berpegang  terhadap ajaran  kitab  Taurat , maka dia pasti selamat , tetapi  jika  dia masih  berpegang  teguh  terhadap ajaran kitab  Taurat setelah Nabi Isa As.  dibangkitkan maka dia  Binasa, siapa saja  berpegang terhadap ajaran  kitab Injil  sebelum  saya  dibangkitkan maka  selamatlah  dia,  dan siapa saja   berpegang terhadap ajaran  kitab Injil  setelah saya dibangkitkan  maka  Binasalah dia.”

Jika kia coba mengambil Ilustrasi , maka  Agama  itu  bagaikan sebuah  kendaraan, Para Rasul  Kondekturnya, Allah SWTjadi Sopir, Ummat ini jadi  penumpangnya, Sopir  diberikan tugas sampai  meninggal, diganti dengan sopir baru,  kendaraan direparasi terus agar  tetap layak pakai, kendaraan itu mereknya  Islam, jika  ada  kendaraan lain  tidak punya izin oprasi  karena tidak layak pakai,  kalau penumpang  memaksakan dirinya naik kendaraan  tersebut resikonya  terlalu  banyak dan tidak mendapat  jaminan untuk sampai  kepada tujuan, kini eranya pengoprasian kendaraan  yang bernama Islam, dan  kondekturnya Nabi Muhammad SAW. Dan semua penumpangnya  memakai seragam  Muslim, jika  ada diantara penumpang itu   yang menyalahi peraturan yang  wajib dipatuhi selama  diatas kendaraan maka tidak bisa diantar  langsung ketujuaanya, tapi dikarantina dulu selama  batas waktu yang disesuaikan dengan besar kecilnya pelanggaran. jadi  hanya  satu kendaraan  yang  mendapatkan izin  oprasi  yaitu kendaraan  yang layak pakai dengan kondektur  yang memiliki  tugas  yang selalu diganti, susul-meyusul  oleh ahli  warisnya yaitu Para Ulama’.
Timbul pertanyaan kalau  Islam itu diibaratkan  laksana kendaraan , lalu Kondekturnya Nabi Muhammad SAW dan setelah  Nabi Muhammad SAW diganti  Kulafa’urrasyidin , sepeninggal  Khulafa’urrasyidin diganti Para Ulama’, berarti   satu kendaraan  memiliki banayak Kondektur , maka Jawabnya itu adalah hal  yang sangat pantas, karena memang ideal sekali, sedemikian banyak penumpang maka  demikian banyak kondektur  yang dibutuhkan untuk  mengatur  para penumpang.
Sebelum Nabi Muhammad SAW menjadi kondektur kendaraan  tersebut  Rute trayeknya sangat  terbatas  antar kota anatar daerah, tetapi  sejak  Nabi Muhammad SAW, trayek rote kendaraan  tersebut  diperluas  menjadi  lintas Benua lintas Samudra, siapapun  boleh  jadi penumpangnya dan dijamin  akan diantar sampai  kealamat tujuan  kalau patuh  terhadap  semua peraturan selama  menumpang  kendaraan tersebut.
Nabi Isa As.  Pernah  berkata  tentang  keterbatasan rote trayek tersebut :

وَمَا أُرْسِلْتٌ إِلَّا ِإلَى بَنْي إِسْرَائِيْلَ
Aku diutus  hanya  untuk domba-domba  bani isra’il

Tentang  Kegelobalan trayek  rote  antar Benua lintas Samudra ketika / sejak Nabi Muhammad SAW jadi kondektur  Allah SWT.  Berfirman dalam  Surat  Saba’ Ayat 28   yang berbunyi :
!$tBur y7»oYù=yör&žwÎ) Zp©ù!$Ÿ2Ĩ$¨Y=Ïj9 #ZŽÏ±o0#\ƒÉtRur £`Å3»s9uruŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$#Ÿw šcqßJn=ôètƒÇËÑÈ  
28. dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.



Apapun kebangsaan manusia  diwajibkan  menjadi  penumpang kendaraan ini  setelah Nabi Muhammad SAW jadi kondekturnya,  namun  sampai  sekarang  ini baru sepertiga penduduk  dunia  menjadi penumpangnya,  dan sebagian besar adalah  penduduk Indonesia.I.  APA KATA ISLAM TENTANG ISLAM

Pengertian Islam  secara etimologi  leksikal , kata islam  berasal dari  Lafaz “   يُسْلِمُ, ِإسْلَامًاأََسْلَمَ ِإسْلَاُم   “    yang artinya “ telah  menyelamatkan, Sedang Menyelamatkan, Selamatkanlah, Penyelamatan.
Kata  Islam  berasal dari  lafaz, سلم   = Selamat telah damai, telah menerima, telah tunduk, telah patuh, يسلم   = sedang selamat , sedang damai, sedang damai, sedang menerima, sedang patuh, sedang tunduk, سلم    Selamatkanlah, sejahterakanlah, patuhkanlah, damaikanlah, tundukkanlah, سلاما  = Keselamatan, Kesejahteraan, Kedamaian, Kepatuhan,  Ketundukan, Keselamatan.

Secara Istilah defetitif, Islam  berarti :

َاْلِإْنقِيَادُ إِلَى مَا جَاءَ مِنَ النَّبِيْ مَحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلََيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَمْرِ الظَّوَاهِرِ
Tunduk dan patuh  kepada  apa  yang datang dari Nabi Muhammad SAW.  Dari perkara  yang Zohir .

Defenisi Islam ini  sudah  Jami’un, syamilun,  Mani’   dimana dari Defenisi inilah kita  tahu Islam itu   berbeda dengan  yang lain. Kepatuhan dan keyakinan  terhadap apa saja  yang diajarkan  Nabi Muhammad SAW terutama yang   yang  menyangkut  rutinitas  ritual  actual fisik  jasmani dengan teknis  dengan arah dan  sasaran yang khusus , dengan  pedoman Kitab suci Al - Qur’an dan Asunnah Rasul  dan bimbingan Ulama’ sebagai warasatul Anbiya’.
Islam adalah agama Allah , Islam adalah agamanya para Rasul , sebagaimana yang  diterangkan oleh  Allah  dengan  Firmannya  di dalam Al - Qur’an surat Ali Imran ayat 19 yang berbunyi :
¨bÎ) šúïÏe$!$# yYÏã «!$#ÞO»n=óM}$# 3 $tBury#n=tF÷z$#šúïÏ%©!$# (#qè?ré&|=»tGÅ3ø9$# žwÎ).`ÏBÏ÷èt/$tB ãNèduä!%y`ÞOù=Ïèø9$#$Jøót/óOßgoY÷t/3`tBur öàÿõ3tƒ ÏM`tBurÆ÷tGö;tƒ uŽöxî ÄN»n=óM}$#$YYƒÏŠ `n=sùŸ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèdur Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z`ƒÌÅ¡»yø9$#ÇÑÎÈ   »tƒ$t«Î/ «!$#  cÎ*sù ©!$#ßìƒÎŽ| É>$|¡Ïtø:$# ÇÊÒÈ  
19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

  Dan pada ayat 85 Surat Ali Imran Allah  berfirman:
`tBur Æ÷tGö;tƒuŽöxî ÄN»n=óM}$#$YYƒÏŠ `n=sùŸ@t6ø)ムçm÷YÏBuqèdur ÎûÍotÅzFy$# z`ÏBz`ƒÌÅ¡»yø9$# ÇÑÎÈ  
85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.


Semua rasul sejak  Adam AS  agama  yang disebarkan  mereka itu adalah  Agama Islam, Pembangkitan pada Nabi  yang  belakangan dimaksudkan untuk  memperbaiki  apa yang sudah diselewengkan oleh ummat rasul  yang  dahuluan, maka  suatu ummat dapat  dikatakan setia dalam menganut agama  yang disebarkan oleh rasul  yang  belakangan secara Kaffah.( Menyeluruh )
Kalau kita  renungkan kembali ketika Allah SWT.  Menghitab  Abdullah Bin Salam,  lantaran ia masih  merayakan hari sabtu, dan  mengharamakan  makan daging  onta  yang kabur dari pemiliknya,  Allah   menganggap  hal itu  tidak  benar, maka Allah  menghina beliau dengan firmannya dalam surat Al- Baqarah ayat 208 :
$ygƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$#(#qãZtB#uä (#qè=äz÷Š$#Îû ÉOù=Åb¡9$#Zp©ù!$Ÿ2 Ÿwur(#qãèÎ6®Ks? ÅVºuqäÜäzÇ`»sÜø¤±9$# 4¼çm¯RÎ) öNà6s9Arßtã ×ûüÎ7BÇËÉÑÈ  
208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.


Dari sini  dapat kita  yakini  bahwa jika Allah  masih mentolerir  anutan Abdullah Bin  Salam  yang dulunya  yaitu  Yahudi, niscaya Allah tidak  menyuruh  Abdullah  Bin Salam  untuk  menganut  Islam secara  Kaffah, hal ini  bukan  saja  untuk  menekan Abdullah agar  konsekwen dalam satu anutan,  bahkan meninggalkan tradisi  lama secara total, kecuali  jika tradisi  lama  tersebut  masih diakomudir  oleh Al - Qur’an.
Dalam  Hadits  riwayat Imam Ahmad Rasulallah SAW  telah bersabda :

مََنْ تَمَسَّكَ بِالتَّوْارَةِ  قَبْلَ بِعْثَةِ عِيْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ فَقَدْ نَجَا وَمَنْ تَمَسَّكَ بِالتَّوْرَةِ بَعْدَ بِعْثَةِ عِيْسَى فَقَدْ هَلَكَ, وَمَنْ تَمَسَّكَ بِاْلإِنْجِيْلِ قَبْلَ بِعْثَتِي فَقَدْ نَجَا َوَمنْ تَمَسَّكَ بِالْإِنْجِيْلِ بَعْدَ بِعْثَتْي فَقَدْ هَلَكَ ( رواه أحمد )
Artinya :
“ Siapa saja tetap  berpegang  terhadap ajaran  kitab  Taurat , maka dia pasti selamat , tetapi  jika  dia masih  berpegang  teguh  terhadap ajaran kitab  Taurat setelah Nabi Isa As.  dibangkitkan maka dia  Binasa, siapa saja  berpegang terhadap ajaran  kitab Injil  sebelum  saya  dibangkitkan maka  selamatlah  dia,  dan siapa saja   berpegang terhadap ajaran  kitab Injil  setelah saya dibangkitkan  maka  Binasalah dia.”

Jika kia coba mengambil Ilustrasi , maka  Agama  itu  bagaikan sebuah  kendaraan, Para Rasul  Kondekturnya, Allah SWTjadi Sopir, Ummat ini jadi  penumpangnya, Sopir  diberikan tugas sampai  meninggal, diganti dengan sopir baru,  kendaraan direparasi terus agar  tetap layak pakai, kendaraan itu mereknya  Islam, jika  ada  kendaraan lain  tidak punya izin oprasi  karena tidak layak pakai,  kalau penumpang  memaksakan dirinya naik kendaraan  tersebut resikonya  terlalu  banyak dan tidak mendapat  jaminan untuk sampai  kepada tujuan, kini eranya pengoprasian kendaraan  yang bernama Islam, dan  kondekturnya Nabi Muhammad SAW. Dan semua penumpangnya  memakai seragam  Muslim, jika  ada diantara penumpang itu   yang menyalahi peraturan yang  wajib dipatuhi selama  diatas kendaraan maka tidak bisa diantar  langsung ketujuaanya, tapi dikarantina dulu selama  batas waktu yang disesuaikan dengan besar kecilnya pelanggaran. jadi  hanya  satu kendaraan  yang  mendapatkan izin  oprasi  yaitu kendaraan  yang layak pakai dengan kondektur  yang memiliki  tugas  yang selalu diganti, susul-meyusul  oleh ahli  warisnya yaitu Para Ulama’.
Timbul pertanyaan kalau  Islam itu diibaratkan  laksana kendaraan , lalu Kondekturnya Nabi Muhammad SAW dan setelah  Nabi Muhammad SAW diganti  Kulafa’urrasyidin , sepeninggal  Khulafa’urrasyidin diganti Para Ulama’, berarti   satu kendaraan  memiliki banayak Kondektur , maka Jawabnya itu adalah hal  yang sangat pantas, karena memang ideal sekali, sedemikian banyak penumpang maka  demikian banyak kondektur  yang dibutuhkan untuk  mengatur  para penumpang.
Sebelum Nabi Muhammad SAW menjadi kondektur kendaraan  tersebut  Rute trayeknya sangat  terbatas  antar kota anatar daerah, tetapi  sejak  Nabi Muhammad SAW, trayek rote kendaraan  tersebut  diperluas  menjadi  lintas Benua lintas Samudra, siapapun  boleh  jadi penumpangnya dan dijamin  akan diantar sampai  kealamat tujuan  kalau patuh  terhadap  semua peraturan selama  menumpang  kendaraan tersebut.
Nabi Isa As.  Pernah  berkata  tentang  keterbatasan rote trayek tersebut :

وَمَا أُرْسِلْتٌ إِلَّا ِإلَى بَنْي إِسْرَائِيْلَ
Aku diutus  hanya  untuk domba-domba  bani isra’il

Tentang  Kegelobalan trayek  rote  antar Benua lintas Samudra ketika / sejak Nabi Muhammad SAW jadi kondektur  Allah SWT.  Berfirman dalam  Surat  Saba’ Ayat 28   yang berbunyi :
!$tBur y7»oYù=yör&žwÎ) Zp©ù!$Ÿ2Ĩ$¨Y=Ïj9 #ZŽÏ±o0#\ƒÉtRur £`Å3»s9uruŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$#Ÿw šcqßJn=ôètƒÇËÑÈ  
28. dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.


Apapun kebangsaan manusia  diwajibkan  menjadi  penumpang kendaraan ini  setelah Nabi Muhammad SAW jadi kondekturnya,  namun  sampai  sekarang  ini baru sepertiga penduduk  dunia  menjadi penumpangnya,  dan sebagian besar adalah  penduduk Indonesia.

0 comments:

Post a Comment

Radio Ngacau

Selamat Datang Di Radio Ngacau

Radio Ngacau

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS