Cinta Tanpa Nada
Aku
ingin sebut namamu dengan tanpa kata
Agar hawa itu merambah
keseluruh wilayah jiwa
Memberi semilir untuk jendela
terbuka
Di balik fajar, pelangi dan puisi
Kau
adalah bunga pertama pada musim semi
Merekah bersama embun dan
dingin
Indah bukan karena Mentari
saat pagi
Lebih dari sebab kau adalah
bunga
Namun juga obat kegelisahan
manusia
Allah
pancarkan sinar dari balik dadamu
Mengalun di tengah gurun
berpasir
Menyiram wajah-wajah kelu
Menarik urat-urat bibir
hingga tersenyum ria
Aku ingin ucap namamu dengan jiwa supaya sepi
bernada
Menggema memecah alam sadar
Agar salju hati tergesa-gesa berguguran
Membaca jalanmu adalah menyulut api rindu
pada sumbu lilin hati
Sumbu yang menyala-nyala pada lebah kecil pembawa madu
Jalanmu itu kesabaran beranak cinta
Mengalir dalam perut samudra dan sungai
Memberi basah pada tanah pecah sebab ulah kenistaan
Kau angkat itu menjadi damai
Maka tanah pecah bernyanyi bersama purnama
Wahai Muhammad, Rosulullah
Sungaimu menenggelamkanku
Diriku habis
Tak tersisa
Selain rindu padamu yang bertahta dalam relung sukma
Rindu penggugah aku kala lelap menerpa semua raga
Melihat bintang jadi tak seindah malam-malam kelam
Tinggallah kecintaan untuk berbahasa pada malam
Lalu kurelakan angin bisu menguping detak jantungku
Biarkan esok pagi ia ceritakan
Adalah aku rindu pelukan Nabiku
Di ujung senyap yang menggurui
Aku ingin tarik dirimu dari
ruang dan waktu
Ke sini
Karena aku cinta









0 comments:
Post a Comment