
Entah berapa kali musim telah berganti,
Namun kita tetap duduk ditepi musim yang sama,
Kau ajukan tanya yang takkan ada jawabnya
Menemui hujan kemarin sore
Aq tatap dalam butir beningnya,
Belajar arti kesabaran cintanya pada sang bumi,
Hingga hijau semua yang kering,
Menyapa bintang tadi malam
Aq tatap terang matanya,
Belajar arti keteguhannya pada sang langit
Walau kadang awan hitam merebut altarnya
Tetap tak bergeming memberi kilau kecilnya..
Rasa ini seperti menari didekat kumpulan sang rindu,
Karena jarak tak pernah berterus terang
Mengapa kita tak sanggup sendiri..
Ku coba tenggelamkan hati ini pada dzikir lirih
Pada sang penguasa raya,
Namun tetap saja gelisah tak berwujud
Datang bertandang dengan lagunya...
Sadar bahwa,
Rasaku bukan rasamu..








0 comments:
Post a Comment