Biografi Singkat Syeikh Mahmud Kholil Al-Hushory
Syeikh Mahmud Kholil Al Hushory salah
seorang qori al Qur’an terkemuka di penjuru dunia islam, ia mempunyai
karya-karya bacaan al Qur’an dari berbagai riwayat yang telah diabadikan, lahir
pada bulan Dzul Hijjah tahun 1330 H, bertepatan pada tanggal 17 september 1917
M di Subro Namlah Thonto wilayah barat Mesir. Sebelum lahir kedua orang tuanya
bermigrasi dari desa Fayyum ke desa Subro Namlah. Pada umur 4 tahun ayahnya
telah memberikan pendidikan al Qur’an sehingga pada umur 8 tahun al Hushory
mampu menghapalkan al Qur’an, tiap harinya al Hushory kecil selalu melakukan
perjalanan dari desanya ke masjid al Ahmady Thonto untuk mendalami dan
menghapal kembali al Qur’an. Namun pada umur 18 tahun ia mulai bergabung pada
salah satu pendidikan keagamaan (Ma’had Ad Diny) di Thonto, kemudian
mempelajari sepuluh metode membaca al Qur’an (Qiro’at Asyra) di Al Azhar.
Setelah mendapat pengakuan (Syahadah) pada
ilmu qiro’at, al Hushory mulai mengajarkan ilmu-ilmu al Qur’an. Pada awalnya ia
hanya membaca al Qur’an di masjid desanya tapi akhirnya mengikuti tes
melantunkan ayat ayat al Qur’an pada tahun 1944, karena keistimewaan suaranya
dia mendapatkan urutan pertama dari para peserta yang mengikuti tes. Pada tanggal
16 november 1944 lantunan bacaannya dikumandangkan lewat media masa sampai
sepuluh tahun lamanya, serta dipilih menjadi seorang pendidik pada salah satu
pendidikan al Qur’an “Abdul al Muta’al” di Thonto. Pada tanggal 7 agustus 1948
ia ditetapkan menjadi seorang muadzin di masjid sayyid Hamzah tetapi ketetapan
itu ditarik ulang pada tanggal 10 oktober 1948 untuk tetap sebagai seorang qori
dan pendidik al Qur’an di masjid Abdul al Muta’al Thonto, namun tidak berjalan
lama karena pada tanggal 17 april 1949 ia dipindahkan lagi ke masjid sayyid
Ahmad al Badawy di Thonto dan pada tahun 1955 ia terpilih menjadi seorang qori
di masjid Imam Husain di Cairo.
Lain dari pada itu, ia termasuk orang
pertama yang karya bacaan al Qur’annya diabadikan dengan riwayat Hafs dari
‘Ashim, Warsy dari Nafi’, dan riwayat ad Dury dari Abu Amr al Bashri. Ia juga
terhitung sebagai pelopor yang mengadakan perlombaan al Qur’an, serta
berinisiatif untuk pembangunan sarana-sarana penghapalan al Qur’an, karena pada
usianya yang sangat dini ia menyadari pentingnya pembelajaran tajwid untuk
memahami al Qur’an. Pada tahun 1977 ia termasuk orang pertama yang melantunkan
al Qur’an di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan pada tahun 1978 ia juga
termasuk orang pertama yg melantunkan al Qur’an di kerajaan kekaisaran London.
Mendekati akhir hayatnya ia memfokuskan diri
pada pembangunan masjid, pendidikan keagamaan, dan wadah penghapalan al
Qur’an di tempat kelahirannya desa Syubro Namlah, serta mewasiatkan dari
sepertiga hartanya diinfakkan sebagai bantuan untuk wadah pendidikan
penghapalan al Qur’an dan kepentingan-kepentingan kebaikan lainnya.
Hasil karya Syeikh Mahmud Kholil al Hushory :
Pada awalnya Hasil karya Syeikh Mahmud
Kholil al Hushory dapat dibagi menjadi dua bagian, pertama ilmu metode membaca
al Qur’an (Ilmu Qiro’ah) dan yang kedua ilmu-ilmu al Qur’an (Ulum al Qur’an).
Beberapa hasil karyanya diantara lain :Ahkam Qiro’ah al Qur’an al karimQiro’ah
Asyrah min as Syatibiyah wa ad AdurahMa’alim al Ihtida’ ila Ma’rifah al Waqf wa
al Ibtida’Al Fath al Kabir fi al Istti’adzah wa at TakbirAhsan al Atsar fi
Tarikh al Qurra al Arba’ah AsyarMa’a al Qur’an al KarimQiro’ah Warsy ‘an Nafi’
al MadanyQiro’ah ad Dury ‘an Abi Amr al BashryNurul Qulub fi Qiro’ah al Imam
Ya’qubAs Sabil Muyassar fi Qiro’ah al Imam Abi Ja’farAl Ahsan al Masroh fi al
Jami’ baina Syatibiyah wa ad DurrahAn nahju al Jadid fi Ilmi TajwidRihlaty fil
Islam









0 comments:
Post a Comment